ETIKA BISNIS ISLAM DAN IMPLIKASINYA TERHADAP RETENSI NASABAH: PERSPEKTIF EKONOMI DAN KEBIJAKAN PERBANKAN SYARIAH
Keywords:
Bisnis Islam, Customer Retention, Perbangkan SyariahAbstract
Perkembangan pesat persaingan disetiap Bank khususnya pada Bank Syariah,
mengharuskan Bank tersebut untuk lebih meningkatkan kinerja pelayanan dan dapat
memperluas segmen pasar-pasar dan selisih marker share yang sangat jauh dengan
Bank kovensional. Oleh karena itu, persaingan tersebut juga terjadi pada Bank
Syariah Mandiri Cabang Calang, sehingga Bank ini di tuntut untuk dapat bersaing
dengan Bank lainnya. Jadi salah satu caranya adalah dengan meningkatkan pelayanan
dan meningkatkan probabilitas yang tinggi pada perusahaan. Hal ini perlu adanya
peningkatan custemer Retention (mempertahankan Nasabah). Tujuan dalam
penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kesatuan (tauhid), keadilan (‘adl),
bebas (ikhtyar), tanggung jawab (fard) dan kebenaran (ihsan) terhadap customer
retention nasabah perbankan syariah. Analisis data dilakukan terhadap 100 Nasabah
Bank Syariah Mandiri Cabang Calang. Jenis analisis data dilakukan secara kuantitatif
dan kualitatif. Penelitian secara kuantitatif adalah dengan melakukan uji validitas, uji
reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi berganda, uji F dan Uji t. Sedangkan
secara kualitatif adalah dengan menjelaskan hasil pengolahan data secara lebih rinci.
Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh Hasil analisis data uji (F) menyatakan
bahwa pada variabel tauhid, keadilan (adl), kehendak bebas (ikhtyar), tanggung
jawab (Fard) dan kebenaran terjadinya signifikan terhadap Customer retention di
Bank Syariah Mandiri Cabang Calang. Karena diperoleh nilai ≤ 0,05 yaitu 0,000.
Sedangkan pada uji t didapatkan thitung pada variabel tauhid (5,111), keadilan (5,298),
kehendak bebas ( 5,734), tanggung jawab (3,959) dan kebenaran (7,068), maka ttabel
diperoleh 1,664. Sehingga dapat dinyatakan bahwa thitung > ttabel. Hal ini juga dibuktikan
bahwa semua variabel etika bisnis Islam









