PERAN KONTEN DAKWAH DIGITAL DALAM MENDUKUNG PRAKTIK KEAGAMAAN BAGI JAMAAH MAJELIS TA'LIM AL HIDAYAH DESA LIALANG KECAMATAN TAKTAKAN KOTA SERANG
Analisis Deskriptif terhadap Penggunaan Konten Dakwah Digital di Majelis Ta'lim Al Hidayah Desa Lialang Kecamatan Taktakan Kota Serang)
Keywords:
Digital da'wah content, Religious practices, Majelis Ta'limAbstract
This study aims to identify, examine, and analyze the forms, types, roles, supporting factors, and inhibiting factors of digital da'wah content used to support the religious practices of the members of Majelis Ta'lim. The research problems addressed in this study are: (1) what are the forms and types of digital da'wah content used to support the religious practices of the members of Majelis Ta'lim; (2) what is the role of digital da'wah content in supporting the religious practices of the members of Majelis Ta'lim; and (3) what are the supporting and inhibiting factors in the use of digital da'wah content as a medium for supporting the religious practices of the members of Majelis Ta'lim. This study employed a qualitative method with a descriptive research design. The research was conducted at Majelis Ta'lim Al Hidayah in 2026. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The results show that digital da'wah content has been utilized as a supporting medium for the religious practices of members of Majelis Ta'lim Al Hidayah who have access to digital technology. The content includes sermon videos, religious messages, and information on religious activities shared through WhatsApp. The use of this content has contributed to improving religious understanding, increasing motivation to perform acts of worship, facilitating independent learning of Islamic teachings, and serving as a medium for religious discussion. The supporting factors include smartphone ownership, internet access, digital literacy, family support, and support from the administrators of the Majelis Ta'lim. Meanwhile, the inhibiting factors include limited internet connectivity and data quotas, the advanced age of many congregation members, limited ability to operate smartphones, and the need for guidance in verifying the validity of religious information.
References
Al Muchtar, Suwarma. (2015). Dasar Penelitian Kualitatif. Bandung: Gelar Pustaka Mandiri.
Amin, Samsul Munir. (2009). Ilmu Dakwah. Jakarta: Amzah.
Ancok, Djamaluddin, & Suroso, Fuad Nashori. (2011). Psikologi Islami: Solusi Islam atas Problem-Problem Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Arsyad, Azhar. (2017). Media Pembelajaran (Edisi Revisi). Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Aziz, Moh. Ali. (2019). Ilmu Dakwah. Jakarta: Kencana.
Bungin, Burhan. (2015). Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Daradjat, Zakiah. (2016). Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Departemen Agama RI. (2003). Pedoman Pengelolaan Majelis Ta'lim. Jakarta: Direktorat Jenderal Kelembagaan Agama Islam.
Glock, Charles Y., & Stark, Rodney. (1965). Religion and Society in Tension. Chicago: Rand McNally.
Gunawan, Imam. (2016). Metode Penelitian Kualitatif: Teori dan Praktik. Jakarta: Bumi Aksara.
Hafidhuddin, Didin. (1998). Dakwah Aktual. Jakarta: Gema Insani Press.
Hasbullah. (1999). Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia: Lintasan Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Hepp, Andreas. (2013). Cultures of Mediatization. Cambridge: Polity Press.
Hjarvard, Stig. (2008). The Mediatization of Religion: A Theory of the Media as Agents of Religious Change. Bristol: Intellect Ltd.
Ilaihi, Wahyu. (2010). Komunikasi Dakwah. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Jalaluddin. (2016). Psikologi Agama: Memahami Perilaku Keagamaan dengan Mengaplikasikan Prinsip-Prinsip Psikologi. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Al-Qur'an dan Terjemahannya. Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an.
Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. (2021). Modul Literasi Digital. Jakarta: Kominfo RI.
Kosim, Nandang., Royhatudin, Aat., & Hidayatullah, Agus. (2024). Penguatan literasi moderasi beragama melalui platform digital dan media sosial di kalangan mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pandeglang. Jurnal UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Kurnaesih, Uun., & Sudi, Didih M. (2021). Problematika peserta didik dalam masyarakat Desa Winong (Analisis penguatan pendidikan agama Islam). Ta'dibiya: Jurnal Agama dan Pendidikan Islam, 1(2).
Lundby, Knut (Ed.). (2014). Mediatization of Communication. Berlin: Walter de Gruyter GmbH.
Millah, Musidul., Hidayat, Ahmad., Rosita, Desyi., & Nuraeni, Fia. (2023). Metode dan bimbingan agama Islam di Majlis Ta'lim Tarbiyatul Ummahat Pagelaran Pandeglang. Ta'dibiya: Jurnal Agama dan Pendidikan Islam, 3(2).
Moleong, Lexy J. (2019). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Mulyana, Deddy. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif: Paradigma Baru Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nasrullah, Rulli. (2017). Media Sosial: Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Nasution, S. (2016). Metode Research (Penelitian Ilmiah). Jakarta: Bumi Aksara.
Romli, Asep Syamsul M. (2018). Jurnalistik Online: Panduan Praktis Mengelola Media Online. Bandung: Nuanssa Cendikia.
Saputra, Wahidin. (2011). Pengantar Ilmu Dakwah. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Satori, Djam'an, & Komariah, Aan. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Shihab, M. Quraish. (2002). Tafsir Al-Misbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur'an. Jakarta: Lentera Hati.
Sugiyono. (2016). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Ya'qub, Hamzah. (1992). Publisistik Islam: Teknik Dakwah dan Leadership. Bandung: Diponegoro.
Yusuf, Muri. (2017). Metode Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian Gabungan. Jakarta: Kencana.









