TRANSFORMASI PELAYANAN PUBLIK BERBASIS DIGITAL PADA DINAS KESBANGPOL KOTA BANDA ACEH
DOI:
https://doi.org/10.62901/j-ikhsan.v5i1.660Keywords:
transformasi digital, pelayanan publik, kesiapan organisasi, kompetensi aparatur, dinas kesbangpolAbstract
Transformasi pelayanan publik berbasis digital merupakan salah satu strategi reformasi birokrasi yang bertujuan meningkatkan efektivitas, efisiensi, transparansi, dan aksesibilitas pelayanan kepada masyarakat. Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Banda Aceh sebagai organisasi perangkat daerah yang menyelenggarakan berbagai layanan administrasi dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi. Realitas di lapangan menunjukkan bahwa implementasi pelayanan digital masih menghadapi berbagai tantangan, seperti kesiapan organisasi, kompetensi aparatur, infrastruktur teknologi, serta budaya kerja yang belum sepenuhnya mendukung transformasi digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesiapan organisasi dan aparatur dalam mendukung transformasi pelayanan publik berbasis digital, mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat implementasinya, serta merumuskan strategi transformasi pelayanan yang berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Informan penelitian ditentukan secara purposive yang terdiri atas pimpinan, pejabat struktural, aparatur pelayanan, pengelola teknologi informasi, serta masyarakat pengguna layanan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi pelayanan publik berbasis digital memerlukan kesiapan yang terintegrasi pada aspek kepemimpinan, kebijakan organisasi, kompetensi sumber daya manusia, infrastruktur teknologi informasi, dan budaya inovasi pelayanan. Hambatan utama meliputi keterbatasan kompetensi digital aparatur, belum optimalnya integrasi sistem pelayanan, keterbatasan anggaran, serta resistensi terhadap perubahan. Penelitian ini menghasilkan rekomendasi model kesiapan transformasi pelayanan publik berbasis digital yang dapat dijadikan acuan dalam mempercepat implementasi pelayanan digital pada organisasi perangkat daerah sehingga mampu mewujudkan pelayanan publik yang adaptif, efektif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
References
Ali, M. (2025). Implementasi Kebijakan Indonesia Digital Dalam Mewujudkan Integrasi Teknologi Pelayanan Publik. Jurnal Pembangunan Daerah, 1(2), 109–141.
Aulia, M. Y., Idwan, H., & Hajriyanti, R. (2025). Sistem Informasi Penyusunan Rencana Kerja Berbasis Web di Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (kesbangpol) Kota Banda Aceh. Jurnal Ilmu Komputer Dan Teknologi Informasi, 2(1), 33–44.
Badawi, F. (2025). Peranan Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik (Kesbangpol) Dalam Pengawasan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam di Kabupaten Langkat. Universitas Medan Area.
Commission, E. (2022). The Digital Competence Framework for Citizens (DigComp 2.2). Publications Office of the European Union.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2023). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (6th ed.). SAGE Publications.
Faizin, T. (2025). Konfirguasi Komunikasi Politik Pemerintah Kota Banda Aceh Dalam Menata Pemerintahan Madani. ENCOMMUNICATION: Journal of Communication Studies, 3(1), 99–120.
Kane, G. C., Phillips, A. N., Copulsky, J. R., & Andrus, G. R. (2019). The Technology Fallacy: How People Are the Real Key to Digital Transformation. MIT Press.
Khadavi, M. (2023). Strategi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik dalam Pendidikan Politik Bagi Organisasi Kemasyarakatan Di Kabupaten Aceh Timur Provinsi Aceh. IPDN.
Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic Inquiry. SAGE Publications.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods soaurcebook. (No Title).
OECD. (2022). Designing and Delivering Public Services in the Digital Age. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/e056ef99-en
OECD. (2026). Digital Government Outlook 2026: From Foundations to Transformational Impact. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/0496b2bc-en
Schein, E. H., & Schein, P. (2022). Organizational Culture and Leadership (6th ed.). John Wiley & Sons.
Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kualitatif. Alfabeta.
Suryana, T. B. M. F., Rahmawati, A. A., Ramdanti, N. S., & Safitri, A. N. (2025). Transformasi digital dalam pelayanan publik: Tinjauan yuridis terhadap SPBE di Indonesia. CONSTITUO: Jurnal Riset Hukum Kenegaraan Dan Politik, 4(1), 37–53.
Vial, G. (2019). Understanding Digital Transformation: A Review and a Research Agenda. The Journal of Strategic Information Systems, 28(2), 118–144. https://doi.org/10.1016/j.jsis.2019.01.003
Weiner, B. J. (2009). A Theory of Organizational Readiness for Change. Implementation Science, 4, 67. https://doi.org/10.1186/1748-5908-4-67
Wibawa, I. G. A., AP, M. S., & Wibawa, I. G. A. (2026). Governansi Digital (E-Government): Konsep, Strategi, dan Praktik Terbaik. Publica Indonesia Utama.
Zendra, N. (2026). Transformasi Pelayanan Publik melalui Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik: Menuju Tata Kelola Pemerintahan Digital yang Terintegrasi. Suria: Jurnal Penelitian Dan Kajian Akademik Nusantara, 1(1), 35–47.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muis, Muhammad Ardhyansyah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










