TRADISI ORGANISASI PESANTREN: KAJIAN TEORI DAN PERILAKU KEORGANISASIAN DALAM PEMIKIRAN, PERILAKU, BENTUK, DAN PENERAPAN ORGANISASI

Authors

  • Atiqur Rahman Binuri Ramadan Universitas Annuqayah, Indonesia
  • Ach. Maimun Universitas Annuqayah, Indonesia
  • Hariyanto Universitas Annuqayah, Indonesia
  • Muhammad Afan Universitas Annuqayah, Indonesia
  • Moh. Ali Mahdi Universitas Annuqayah, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.62901/j-ikhsan.v5i3.664

Keywords:

tradisi pesantren, teori organisasi, perilaku keorganisasian

Abstract

Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia yang di dalamnya beroperasi sebuah tatanan organisasi khas, terbentuk dari perpaduan otoritas kiai, tradisi keilmuan, dan struktur kepengurusan santri. Artikel ini bertujuan mengkaji secara kritis tradisi organisasi pesantren melalui empat dimensi, yaitu pemikiran tentang organisasi, perilaku keorganisasian, bentuk organisasi, dan penerapan organisasi. Penelitian menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif-kritis, menelaah 31 sumber pustaka terpilih dari basis data Sinta, Scopus, dan Google Scholar melalui prosedur seleksi berjenjang. Sebagai kontribusi kebaruan, artikel ini merumuskan Model Organisasi Hibrida Pesantren yang menjelaskan dialektika antara otoritas kharismatik-tradisional kiai dan rasionalisasi manajemen modern, serta bagaimana dialektika tersebut membentuk perilaku, bentuk, dan penerapan organisasi dalam kondisi yang diwarnai empat aras ketegangan struktural. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemikiran organisasi pesantren memadukan otoritas kharismatik-tradisional kiai dengan prinsip manajemen modern, namun perpaduan ini menyimpan ketegangan legitimasi kekuasaan yang belum tuntas; perilaku keorganisasian dibentuk oleh nilai ta'zim, kepatuhan, dan komitmen berbasis spiritualitas yang jarang diuji dari perspektif relasi kuasa dan kesetaraan gender; bentuk organisasi bergerak dari struktur informal menuju struktur formal, meski sebagian temuan mengindikasikan gejala decoupling; serta penerapan organisasi tampak dalam pengambilan keputusan yang tetap bersumbu pada kiai namun mulai mendelegasikan kewenangan dan beradaptasi dengan digitalisasi dan globalisasi. Kajian ini menyimpulkan bahwa tradisi organisasi pesantren merupakan model hibrida yang sarat ketegangan antara tradisi dan modernitas, dengan implikasi teoretis, praktis, dan kebijakan bagi pengembangan tata kelola lembaga pendidikan Islam yang adaptif-kritis di masa depan.

Kata Kunci: tradisi pesantren; teori organisasi; perilaku keorganisasian; model organisasi hibrida; tata kelola pesantren

References

Aisyah, S., Ilmi, M. U., Rosyid, M. A., Wulandari, E., & Akhmad, F. (2022). Kiai leadership concept in the scope of pesantren organizational culture. Tafkir: Interdisciplinary Journal of Islamic Education, 3(1), 40–59. https://doi.org/10.31538/tijie.v3i1.106

Bruinessen, M. van. (2012). Kitab kuning, pesantren, dan tarekat: Tradisi-tradisi Islam di Indonesia. Gading Publishing.

Choiron, A. (2017). Budaya organisasi pesantren dalam membentuk santri putri yang peduli konservasi lingkungan. Jurnal Palastren, 10(2).

Dhofier, Z. (2011). Tradisi pesantren: Studi tentang pandangan hidup kiai (Edisi revisi). LP3ES.

DiMaggio, P. J., & Powell, W. W. (1983). The iron cage revisited: Institutional isomorphism and collective rationality in organizational fields. American Sociological Review, 48(2), 147–160.

Fauziah, F., & Falah, M. S. (2025). Kepemimpinan kharismatik kiai dan pengaruhnya terhadap kecerdasan spiritual santri. Tadbiruna, 5(1).

Faturahman, B. M. (2018). Kepemimpinan dalam budaya organisasi. MADANI: Jurnal Politik dan Sosial Kemasyarakatan, 10(1), 1–11.

Fuadi, S. (2023). Efektifitas kepemimpinan organisasi struktural kyai dalam pencapaian keunggulan kompetitif pendidikan pesantren. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misbah), 16(1), 89–115. https://doi.org/10.70688/TARBIYATULMISBAH.V16I1.334

Hamzah, S. R., Kai Kan, S. Y., Ismail, I. A., Ahmad, A., & Amin, A. S. (2016). Impact of Islamic values on the leadership style of Muslim women academics in Malaysia. Advances in Developing Human Resources, 18(2), 187–203. https://doi.org/10.1177/1523422316641398

Hanafi, Y., Taufiq, A., Saefi, M., Ikhsan, M. A., Diyana, T. N., Thoriquttyas, T., & Anam, F. K. (2021). The new identity of Indonesian Islamic boarding schools in the “new normal”: The education leadership response to COVID-19. Heliyon, 7(3), e06549. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2021.e06549

Hariyadi, A. (2020). Kepemimpinan karismatik kiai dalam membangun budaya organisasi pesantren. Equity in Education Journal, 2(2), 96–104. https://doi.org/10.37304/eej.v2i2.1694

Harun, I. (2018). Pondok pesantren modern: Politik pendidikan Islam dan problematika identitas Muslim. Jurnal As-Salam, 2(1), 53–60. https://doi.org/10.37249/as-salam.v2i1.9

Heli, H., & Zakiah, Q. Y. (2019). Manajemen organisasi santri di pondok pesantren. Jurnal Isema: Islamic Educational Management, 1(2). https://doi.org/10.15575/isema.v1i2.4987

Howell, J. M., & Shamir, B. (2005). The role of followers in the charismatic leadership process: Relationships and their consequences. Academy of Management Review, 30(1), 96–112.

Kurnia, I., & Prasetyo, M. A. M. (2024). Pengaruh kepemimpinan kharismatik dan budaya organisasi terhadap sistem pendidikan pesantren Ulumuddin Kota Lhokseumawe. Al-Fahim: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam.

Marhumah, E. (2011). Konstruksi sosial gender di pesantren: Studi kuasa kiai atas wacana perempuan. LKiS.

Meyer, J. W., & Rowan, B. (1977). Institutionalized organizations: Formal structure as myth and ceremony. American Journal of Sociology, 83(2), 340–363.

Muchlis. (2015). Tradisi pesantren dalam tantangan arus globalisasi. Kreatif, 13(1), 100–108. https://doi.org/10.52266/kreatif.v13i1.74

Nimran, U. (2004). Perilaku organisasi. CV Citra Media.

Northouse, P. G. (2021). Leadership: Theory and practice (9th ed.). SAGE Publications.

Nurmadiansyah, M. T. (2016). Manajemen pendidikan pesantren: Suatu upaya memajukan tradisi. Jurnal Manajemen Dakwah, 2(1). https://doi.org/10.14421/jmd.2016

Prasetyo, M. A. M. (2022). Pesantren efektif: Studi gaya kepemimpinan partisipatif. Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 3(1), 1–12. https://doi.org/10.31538/munaddhomah.v3i1.159

Prasetyo, M. A. M., Salabi, A. S., & Muadin, A. (2021). Mengelola efektivitas organisasi pesantren: Model kesesuaian budaya organisasi. FENOMENA, 13(1), 41–62. https://doi.org/10.21093/fj.v13i01.3245

Qomar, M. (2007). Manajemen pendidikan Islam: Strategi baru pengelolaan lembaga pendidikan Islam (1st ed.). Erlangga.

Raihani. (2012). Report on multicultural education in pesantren. Compare: A Journal of Comparative and International Education, 42(4), 585–605. https://doi.org/10.1080/03057925.2012.672255

Rivai, V., & Mulyadi, D. (2012). Kepemimpinan dan perilaku organisasi (Edisi 3). RajaGrafindo Persada.

Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2013). Organizational behavior (15th ed.). Pearson.

Rojak, M. A., Solihin, I., & Naufal, A. H. (2021). Fungsi dan peran kepemimpinan kiai dalam pengembangan pondok pesantren di Pondok Pesantren Sukamiskin dan Miftahul Falah Bandung. Manazhim: Jurnal Manajemen dan Ilmu Pendidikan, 3(1).

Shiddiq, A. (2015). Tradisi akademik pesantren. Tadris: Jurnal Pendidikan Islam, 10(2), 218–229. https://doi.org/10.19105/tjpi.v10i2.826

Umam, K. (2010). Perilaku organisasi. CV Pustaka Setia.

Weber, M. (1947). The theory of social and economic organization (A. M. Henderson & T. Parsons, Trans.). Free Press.

Downloads

Published

2026-07-15

How to Cite

Atiqur Rahman Binuri Ramadan, Ach. Maimun, Hariyanto, Muhammad Afan, & Moh. Ali Mahdi. (2026). TRADISI ORGANISASI PESANTREN: KAJIAN TEORI DAN PERILAKU KEORGANISASIAN DALAM PEMIKIRAN, PERILAKU, BENTUK, DAN PENERAPAN ORGANISASI. Jurnal Ikhtibar Nusantara, 5(3), 279–293. https://doi.org/10.62901/j-ikhsan.v5i3.664