MENJEMBATANI KESENJANGAN HAK PENDIDIKAN INKLUSIF BAGI PENYANDANG DISABILITAS: PERSPEKTIF PENDIDIKAN DASAR DARI DESA KOTA MEUREUDU

Authors

  • Salvida Yunita Universitas Almuslim

DOI:

https://doi.org/10.62901/j-ikhsan.v5i1.722

Abstract

The fulfillment of inclusive education rights for persons with disabilities is a constitutional mandate that continues to face implementation gaps at the grassroots level, including in the provision of primary education in rural areas. This study describes the condition of inclusive education rights fulfillment for persons with disabilities in Kota Meureudu Village, Meureudu Subdistrict, Pidie Jaya Regency, and analyzes its root causes through a Human Rights-Based Approach, with emphasis on its implications for primary education. This study employed a qualitative descriptive method with a case study design, using interviews with SLB Negeri Pidie Jaya, the village government, and principals and teachers at thirteen public primary schools in Meureudu Subdistrict. The findings show that of the twenty-four registered children with special needs in the subdistrict, none originated from Kota Meureudu Village, while the village government recorded only two adult persons with disabilities without any empowerment program or official data collection. Mapping across the primary schools shows that only two schools had students with special needs, with the main constraints being limited facilities, teacher readiness, and social stigma within families. This condition reflects weaknesses in four principles of the rights-based approach — non-discrimination, participation, accountability, and legality — further exacerbated by the late-2025 flood disaster. This study recommends strengthening collaborative data collection, integrating a disability perspective into village development planning, and preparing primary schools to provide reasonable accommodation.

References

Fajra, M., Jalinus, N., Jama, J., & Dakhi, O. (2020). Pengembangan model kurikulum sekolah inklusi berdasarkan kebutuhan perseorangan anak didik. Jurnal Pendidikan, 21(1), 51–63. https://doi.org/10.33830/jp.v21i1.746.2020

Handayani, T., & Rahadian, A. S. (2013). Peraturan perundangan dan implementasi pendidikan inklusif. Masyarakat Indonesia, 39(1), 1–18.

Ikramullah, & Sirojuddin, A. (2020). Optimalisasi manajemen sekolah dalam menerapkan pendidikan inklusi di sekolah dasar. Munadhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 1(2), 131–139. https://doi.org/10.31538/munaddhomah.v1i2.36

Janawati, N. L. P. G., Supena, A., & Akbar, Z. (2020). Evaluasi pendidikan inklusi di sekolah dasar negeri. Journal of Education and Instruction (JOEAI), 3(2), 211–221. https://doi.org/10.31539/joeai.v3i2.1461

Juntak, J. N. S., Rynaldi, A., Sukmawati, E., Arafah, M., & Sukomardojo, T. (2023). Mewujudkan pendidikan untuk semua: Studi implementasi pendidikan inklusif di Indonesia. Jurnal Birokrasi & Pemerintahan Daerah, 5(2), 205–214. https://doi.org/10.15575/jbpd.v5i2.26904

Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. (2026). Surat edaran menteri hak asasi manusia nomor MHA-50.IP.03.02 tahun 2026 tentang pelaksanaan program pengarusutamaan hak asasi manusia di tingkat desa/kelurahan/kampung.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2022). Panduan pelaksanaan pendidikan inklusif. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. (2014). Kajian MP3EI dalam perspektif hak asasi manusia. Subkomisi Pengkajian dan Penelitian, Komnas HAM.

Kusmaryono, I. (2023). Faktor berpengaruh, tantangan, dan kebutuhan guru di sekolah inklusi di Kota Semarang. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(1), 12–23. https://doi.org/10.30659/pendas.10.1.12-23

Republik Indonesia. (1945). Undang-undang dasar negara Republik Indonesia tahun 1945.

Republik Indonesia. (1999). Undang-undang nomor 39 tahun 1999 tentang hak asasi manusia.

Republik Indonesia. (2009). Undang-undang nomor 25 tahun 2009 tentang pelayanan publik.

Republik Indonesia. (2011). Undang-undang nomor 19 tahun 2011 tentang pengesahan convention on the rights of persons with disabilities (CRPD).

Republik Indonesia. (2016). Undang-undang nomor 8 tahun 2016 tentang penyandang disabilitas.

Republik Indonesia. (2023). Peraturan menteri pendidikan, kebudayaan, riset, dan teknologi nomor 48 tahun 2023 tentang akomodasi yang layak bagi peserta didik penyandang disabilitas.

Republik Indonesia. (2024). Peraturan menteri pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi nomor 11 tahun 2024 tentang penyelenggaraan pelayanan publik ramah kelompok rentan.

Republik Indonesia. (2025). Peraturan presiden nomor 12 tahun 2025 tentang rencana pembangunan jangka menengah nasional tahun 2025–2029.

United Nations. (1990). Convention on the rights of the child (CRC), article 6 dan article 23.

United Nations. (2011). Convention on the rights of persons with disabilities (CRPD), article 24 tentang pendidikan.

Antara News. (2026, 5 Januari). 120 sekolah terdampak bencana di Pidie Jaya mulai kegiatan belajar. Pernyataan Fadli, Plt Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pidie Jaya.

Hasil wawancara dan klarifikasi lanjutan dengan Kepala SLB Negeri Pidie Jaya, 7 Juli 2026.

Hasil wawancara dan klarifikasi lanjutan dengan Kepala Desa Kota Meureudu, 7 Juli 2026.

Hasil wawancara dengan kepala sekolah dan guru kelas pada 13 SD Negeri di Kecamatan Meureudu, Juli 2026.

Downloads

Published

2026-05-23

How to Cite

Salvida Yunita. (2026). MENJEMBATANI KESENJANGAN HAK PENDIDIKAN INKLUSIF BAGI PENYANDANG DISABILITAS: PERSPEKTIF PENDIDIKAN DASAR DARI DESA KOTA MEUREUDU. Jurnal Ikhtibar Nusantara, 5(1), 588–600. https://doi.org/10.62901/j-ikhsan.v5i1.722